BRAND Building

Apakah brand atau merk berpengaruh dalam omzet penjualan? Jawabannya pasti Ya! Misalnya untuk sepatu merk B_TA dengan merk B_LLY, maka pengalaman seseorang yang pernah memakai merk B_TA, akan kembali membeli merk B_TA jika dia puas.

Bagaimana mengukur nilai suatu brand? Ada banyak cara untuk mengukurnya, tapi hanya ada sedikit cara untuk meningkatkan brand awareness. Lalu brand awarenes itu apa?

Brand Awarenes itu sendiri adalah jumlah (sum) dari brand recall dan brand recognition. Contohnya begini, misal anda ditanya tentang kategori air minum yang paling terkenal sampai yang berikutnya, kemudian anda menyebutkan beberapa brand air minum dari no 1 sampai ke sekian, maka itu disebut brand recall.

Brand recognition itu contohnya jika anda diberikan sederet brand di depan anda, maka anda diminta untuk mengenal brand tersebut termasuk golongan barang apakah brand tsb. Misal contoh N_KE, K_DA_.

Dalam pemasaran brand memberikan pengaruh yang cukup penting dalam keputusan membeli suatu produk. Misalnya saja anda membeli televisi merk terkenal (S_NY) dibanding anda ditawarkan brand yang tidak jelas (S_NNY). Maka dapat dipastikan anda akan membeli yang brand yang sudah kuat. Ibaratnya brand membuat pembeli anda lebih mencari produk anda, dibanding anda harus berlelah-lelah menawarkan produk anda.

Jadi dengan brand yang lebih kuat, maka kemungkinan pembeli akan membeli brand yang sudah kuat akan lebih besar. Tapi tidak mudah membangun brand image dan brand identity. Apalagi istilah itu? Brand image adalah pandangan konsumen terhadap brand tertentu, sedangkan brand identity adalah dari sudut pandang perusahaan, bagaimanakah brand yang diinginkan. Terkadang terjadi gap antara brand image di otak konsumen dan brand identity yang diinginkan perusahaan.

Tugas marketing adalah memperkecil gap tersebut. Itu salah satu tugas marketing, membangun dan memelihara brand. Jadi kalau produk tidak punya brand maka tidak perlu marketing? Jawabnya ya. Misalnya anda hanya berjualan komoditi, maka anda tidak perlu marketing, yang anda perlukan hanya distribusi dari petani ke toko - toko. Tapi jika anda memberi brand pada kemasan anda (G_LAK_) maka anda sudah mulai bermain di marketing.

Brand mampu membuat produk anda keluar dari kerumuman komoditi, dan memberikan value yang lebih besar kepada customer dan memberikan profit yang lebih baik dari sekedar komoditi.

Pemasaran Indonesia

EASY MARKETING & SCIENCE MARKETING

Fungsi dari manajemen diantaranya adalah perencanaan dan pengendalian (Fayol, 1916), dimana didalam pengendalian terdapat penilaian dan evaluasi hasil kerja. Alat yang umum digunakan dalam perencanaan bisnis adalah analisa SWOT dari Dr. Heinz Weihrich dan diperkenalkan oleh Kenneth Andrew pada awal tahun 70an.

Sedangkan alat pengendalian ada beberapa yang umum digunakan seperti Six Sigma dari Dr. Mikel Harry, Total Quality Management dari Armand Feigenbaum, Kaizen dari Michael Walsh dan Masaaki Imai dan Balance Scorecard dari Robert S. Kaplan dan David P. Norton.

Jika kita melihat kilas balik fungsi manajemen dari Henry Fayol (perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, koordinasi dan pengendalian) maka manajemen telah mencapai kemajuan yang sangat signifikan dengan diterapkannya teknologi informasi dan komunikasi.

Tetapi apakah manajemen itu harus menjadi semakin rumit atau semakin mudah? Misalnya sebagai seorang manajer saat ini dituntut selain menguasai ilmu manajemen, juga dituntut untuk mengetahui psikologi manusia, dan bahkan nilai tambah jika ia menguasai teknologi informasi (catatan: anak SD saat ini sudah mengenal internet, berarti kalau sudah lulus sekolah sudah mahir pakai komputer, sama mahirnya dengan membaca) .

Bagi yang seorang pemula yang baru memasuki dunia kerja (minimal sma atau sederajat) maka kesempatan mendapatkan posisi yang bagus (minimal supervisor) sangat kecil. Entah mengapa jarang yang bisa langsung menduduki jabatan pemimpin. Jadi ada benarnya seperti iklan “belum tua belum boleh bicara”. Tapi jangan langsung menyerah dulu.

Sebenarnya pemimpin itu syaratnya apa? Gampang saja, yaitu punya anak buah. Kalau sebelumnya sempat disinggung “entah mengapa … ”, coba rubah pola pikirnya “bagaimana caranya … “ untuk jadi pemimpin? (cari di google). Jika kita mau sukses, kita harus berani mencoba dan mencari tahu.

Bagi yang suka dengan kasus bisa mencari jurnal di HBR Harvard Bussiness Review, dan yang suka dengan science bisa mencari di SAGE, ElSivier, JSTOR dan banyak lainnya di internet. Setelah menentukan minat pekerjaan atau usaha yang kita inginkan, minta pendapat para ahli supaya tidak tersasar.  Dan untuk meminimalkan kesalahan, baca pengalaman orang, lihat kasus yang serupa dan sering sering buka internet.

Berikut ini contoh untuk memulai bisnis kita harus melihat Model Five Forces dari Michael Porter yang banyak dipakai sebagai alat analisa dalam perencanaan, meskipun ada kritik dari penulis Blue Ocean Strategy, W. Chan Kim dan Renee Mauborgne (yang terakhir ada lagi strategi purple ocean). Sedangkan alat pengendalian yang terus berkembang adalah Balance Scorecard dari yang diperkenalkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton.

Bagi yang masih bingung mau mulai dari mana, coba pelajari makna yang terkandung dalam Model Five Forces dan Balance Scorecard. Kemudian dibuatlah pengertian dalam diri sendiri dan ambilah tindakan dengan berani mencoba melamar suatu pekerjaan atau mencoba berusaha.

Yos Xavir - Pascafe UI